selamat datang di karamba wonogiri () yang pingin beriklan atau mengirimnkan artikel silahkan hubungi kami di leo_ary08@yahoo.co.id kontak 081329349588

Sabtu, 26 September 2009

budi daya ikan nila merah







Nila merah (Oreochromis sp.) terdengar sangat asing. Namanya jarang terdengar. Orang lebih banyak menyebut nila hitam, karena nila hitam lebih memasyarakat. Meski tidak sepopuler nila hitam, tetapi (Read more)




1. KLASIFIKASI DAN MORFOLOGI

Atas dasar kebiasaan makan, ikan dibagi kedalam tiga kelompok, yaitu herbivore, karnivora dan omnivora. Herbivor adalah ikan pemakan tumbuhan, seperti gurame dan tawes. Karnivor adalah ikan pemakan daging, seperti ikan lele dan (Read more)




2. KEBIASAAN MAKAN


Atas dasar kebiasaan makanan atau food habit, ikan dibagi kedalam tiga kelompok, yaitu herbivore, karnivora dan omnivora. Herbivor adalah ikan pemakan tumbuhan, seperti gurame dan tawes. (Read more)




3. SIKLUS HIDUP DAN PERKEMBANGBIAKAN


Siklus hidup ikan nila merah melewati lima fase kehidupan, yaitu telur, larva, benih, konsums dan induk. Ciri setiap fase berubah. Demikian juga dengan bentuk dan ukuran tubuh serta sifat-sifatnya. (Read more)




4. SYARAT LAHAN


Lahan nila merah adalah tanah yang digunakan untuk membangun fasilitas budidaya nila merah. Tanah itu harus memenuhi tiga persyaratan pokok, yaitu persyaratan teknis, sosiologis, dan ekonomis. (Read more)




5. MEMBUAT KOLAM


Kolam bisa diartikan suatu genangan air yang sengaja dibuat manusia yang keadaannya dapat dikendalikan. Kolam harus memenuhi tiga persyaratan, yaitu dapat menampung air dalam volume yang besar (Read more)




6. MEMBUAT KERAMBA JARING APUNG


Nila merah dapat dipelihara di keramba jaring apung. Pemeliharaan ini dilakukan sejak benih hingga konsumsi, atau ukuran ikan yang siap untuk dimakan. Selain itu jaring terapung juga sering digunakan untuk memelihara nila merah (Read more)




7. MEMBUAT KOLAM AIR DERAS (KAD)


Nila merah juga bisa dipelihara di kolam air deras. Ciri khas KAD adalah ukurannya sangat sempit, jauh lebih sempit dari kolam tanah. Kolam tanah yang umum digunakan memiliki luas antara 500 – 1.000 m2. (Read more)




8. BENTUK-BENTUK KAD


Secara umum, KAD ada dua bentuk, yaitu segitiga, dan persegi panjang. Segitiga merupakan bentuk awal dari KAD, karena bentuk inilah yang pertama kali dikembangkan. (Read more)




9. KOLAM INDUK


Kolam induk adalah tempat untuk memelihara calon induk atau induk-induk yang baru dipijahkan atau induk yang sedang diistirahatkan. Kolam ini disebut juga kolam pematangan gonad. (Read more)




10. KOLAM PENDEDERAN DAN PEMIJAHAN


Kolam pendederan nila merah adalah tempat untuk memelihara larva yang baru habis kuning telurnya hingga benih mencapai ukuran yang siap di kolam pembesaran. Untuk mencapai ukuran tersebu, pendederan nila merah harus melewati tiga tahap kegiatan, (Read more)




11. INDUK NILA MERAH


Induk jantan betina nila merah dapat dibedakan dengan mudah. Caranya dengan melihat bentuk tubuh, warna dan alat kelaminnya. Nila jantan bertubuh lebih pendek atau agak membulat, warna tubuh agak cerah (Read more)
http://arymarino.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

nila merah

nila merah

karamba wonogiri



http://arymarino.blogspot.com
http://www.facebook.com/?ref=home#!/ary.marino
Banyak orang pasti sudah mendengar nama Waduk Gajah Mungkur yang artikel wisatanya dibahas tuntas di Rubrik Destination Anywhere. Tetapi, sebagian besar bisa jadi belum tahu asal nama waduk tersebut. Ikon Wonogiri ini merupakan bangunan bendungan dan waduk terbesar seAsia Tenggara. Dibangun dengan fungsi utama sebagai pengendali banjir (fl ood control) Sungai Bengawan Solo. Bendungan ini dibangun selama kurun waktu 1976 sampai 1981. Lokasinya tepat di tujuh kilometer selatan Kota Wonogiri di bagian hilir pertemuan Kali Keduang. Luas daerah genangan lebih dari 8.800 hektar dan luas daerah yang dibebaskan 90 kilometer persegi. Terdiri dari 51 desa di 7 kecamatan. Pengerjaan pembangunan Waduk Gajah Mungkur dilakukan secara swakelola dengan bantuan konsultan Nippon Koei Co Ltd Jepang. Dinamakan Waduk Gajah Mungkur, karena gunung yang mengitari Kabupaten Wonogiri bernama Gunung Gajah Mungkur. Pembebasan daerah genangan ini mengorbankan 12.525 kepala keluarga (KK) terdiri sekitar 68.750 jiwa. Mereka secara sukarela melakukan Program Bedhol Desa dengan bertransmigrasi ke berbagai daerah. Antara lain, Sitiung (Sumatera Barat), Jujuhan, Rimbo Bujang, Alai ilir, Pemenang (Jambi), Air Lais, Sebelat, Ketahun, Ipuh (Bengkulu); dan Panggang, Baturaja (Sumatera Selatan).Dari segi infrastruktur, banyak yang harus ditata ulang. Antara lain relokasi jalan yang dahulu menghubungkan WonogiriWuryantoro, WuryantoroEromoko, Ero mokoBaturetno, dan BaturetnoTir to moyo. Waduk Gajah Mungkur memiliki ba nyak fungsi. Yakni, penyediaan air irigasi un tuk kurang lebih 23.600 ha di daerah Kabupaten Klaten, Sukoharjo, Karanganyar, dan Sragen. Kemudian, penyediaan tenaga listrik untuk daerah Wonogiri dengan kapasitas maksimum 12,4 MW. Lalu sebagai fungsi wisata. Kegunaan lainnya dipakai sebagai tempat budidaya perikanan air tawar, terutama untuk budidaya Karamba Jala Apung ikan nila. Seiring dengan perkembangan kondisi alam yang sangat dinamis, Waduk Gajah Mung kur saat ini mengalami keadaan mem prihatinkan. Umur pakai waduk direncanakan selama 100 tahun. Tetapi berdasarkan perkembangan terakhir, umur pakai waduk diperkirakan hanya tinggal 1015 tahun lagi. (uty/den/berbagai sumber)

karamba

karamba
taman rekreasi karamba wonogiri